Informasi Kontes SEO Indonesia

Superterpercaya.com

Pengertian Rehabilitasi dan Remisi

Pengertian Rehabilitasi dan Remisi – Dalam dunia pengadilan, kita tahu bahwa hakim merupakan pemegang keputusan tertinggi dalam menentukan vonis hukuman terhadap pihak yang dituntut.

Keputusan hakim dalam suatu proses pengadilan dapat dibilang mutlak dan tidak dapat diubah.

Namun, ternyata presiden sebagai kepala negara ini memiliki beberapa hak preogratif tertentu untuk mengubah, mengurangi, atau menghilangkan keputusan hakim tersebut.

Adanya hak preogratif tersebut bertujuan untuk meminimalisasi adanya kekhilafan dalam sistem peradilan atau penjatuhan vonis terhadap orang yang ternyata tidak bersalah. Dua dari hak preogratif yang dimiliki presiden tersebut adalah rehabilitasi dan remisi.

Pengertian Rehabilitasi

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian rehabilitasi dapat diartikan sebagai “pemulihan kepada kedudukan (keadaan, nama baik) yang dahulu (semula)”.

Dalam istilah hukum, rehabilitasi merujuk pada pengembalian hak atau nama baik seseorang yang dilakukan oleh kepala negara yang mana sebelumnya telah hilang akibat keputusan hakim.

Rehabilitasi ini dilakukan apabila dalam kurun waktu berikutnya terbukti bahwa kesalahan yang diperbuat oleh terpidana tidaklah sebesar perkiraan awal atau bahkan terpidana terbukti tidak bersalah sama sekali.

Karena itulah, adanya rehabilitasi ini sangat diperlukan dalam suatu hukum guna mengembalikan kehormatan seseorang yang terlah terenggut akibat kekhilafan pengadilan.

Adapun fokus dari rehabilitasi ini sendiri tergantung pada pandangan masyarakat sekitar, bukan pada ketentuan Undang-Undang yang berlaku.

Pengertian Remisi

Berdasarkan apa yang tertulis dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), remisi berarti “pengurangan hukuman yang diberikan kepada orang yang terhukum”.

Istilah remisi ini digunakan dalam istilah hukum untuk mengacu pada pengurangan, pemotongan, atau memperkecil masa pidana yang didasarkan pada ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Adanya remisi ini sendiri telah termuat dalam Pasal 1 Ayat 1 Keputusan Presiden Republik Indonesia No.174 Tahun 1999 bahwasanya narapidana dan anak pidana yang telah berkelakuan baik selama menjalani masa hukumannya berhak mendapatkan pengurangan atau pemotongan masa pidana.

Baca Juga :

Remisi ini ditujukan pada narapidana yang telah menjalani masa hukumannya selama lebih dari enam bulan dan bukan merupakan narapidana terhukum mati atau seumur hidup.

Updated: Januari 27, 2019 — 2:40 pm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Informasi Kontes SEO Indonesia © 2018