Informasi Kontes SEO Indonesia

Superterpercaya.com

Faktor Internal dan Eksternal yang Mempengaruhi Fotosintesis

Faktor Internal dan Eksternal yang Mempengaruhi Fotosintesis – Fotosintesis merupakan proses biokimia yang dilakukan makhluk hidup untuk memproduksi zat makanan sendiri berupa glukosa.

Proses ini dilakukan oleh tumbuhan, terutama tumbuhan hijau yang memiliki klorofil dan juga oleh alga dan beberapa jenis bakteri.

Faktor Internal dan Eksternal yang Mempengaruhi Fotosintesis

Faktor Internal dan Eksternal yang Mempengaruhi Fotosintesis

Proses ini berupa penyusunan senyawa kompleks atau organik dari senyawa sederhana atau anorganik dengan bantuan dari energi cahaya. Ada berbagai faktor yang dapat mempengaruhi proses fotosintesis.

Faktor Fotosintesis tersebut dapat dibagi menjadi faktor internal dan juga faktor eksternal

Faktor internal yang mempengaruhi fotosintesis

Faktor internal merupakan faktor yang terdapat di dalam makhluk hidup atau tumbuhan tersebut. Berikut adalah beberapa faktor internal yang dapat mempengaruhi fotosintesis:

  • Usia tanaman

Pada tahap pertumbuhan tanaman, laju sintesis akan semakin cepat dibandingkan ketika masih muda atau kecambah. Namun, pada daun yang semakin tua, fotosintesis akan berkurang karena terjadi perombakan klorofil dan berubahnya warna daun.

  • Kadar klorofil

Laju fotosintesis akan semakin cepat apabila kadar klorofil semakin banyak. Hal ini yang menyebabkan daun yang sudah tua dan menguning akan melambat fotosintesisnya.

  • Struktur daun dan stomata

Struktur daun mempengaruhi kemampuan stomata pada daun untuk menyerap cahaya. Struktur daun juga mempengaruhi kadar klorofil, karena kadar ini berbeda pada daun dengan lebar atau ketebalan yang berbeda.

Faktor eksternal yang mempengaruhi fotosintesis

Faktor eksternal merupakan faktor yang berasal dari lingkungan sekitar makhluk hidup atau tumbuhan tersebut. Berikut adalah beberapa faktor eksternal yang dapat mempengaruhi fotosintesis:

  • Temperatur

Temperatur ideal dimana proses fotosintesis bisa berjalan dengan lancar yaitu antara 10 hingga 35 derajat celcius. Pada rentang temperatur tersebut, semakin tinggi temperatur maka kecepatan fotosintesis juga semakin tinggi. Proses fotosintesis membutuhkan adanya enzim-enzim tertentu yang dapat rusak apabila temperatur di luar rentang temperatur ideal tersebut.

  • Intensitas Cahaya

Intensitas atau tinggi rendahnya cahaya mempengaruhi proses fotosintesis, dimana apabila intensitas cahaya semakin tinggi maka proses fotosintesis akan semakin efektif. Pada musim di mana intensitas cahaya rendah, misalnya di musim hujan, proses fotosintesis akan berkurang.

  • Air

Air merupakan bahan baku pembuatan karbohidrat dalam proses fotosintesis. Kandungan air dalam media tumbuh tanaman mempengaruhi fotosintesis.

Baca Juga :

Apabila kandungan air kurang, maka stomata akan menutup sehingga proses fotosintesis akan berkurang.

  • Mineral

Kandungan mineral sangat berpengaruh terhadap pembentukan klorofil pada tumbuhan hijau. Kurangnya mineral akan menyebabkan terganggunya pembentukan klorofil dan menghambat proses fotosintesis.

  • Karbon Dioksida (CO2)

Karbon dioksida merupakan bahan baku pembuatan karbohidrat dalam proses fotosintesis. Meningkatknya jumlah karbon dioksida akan meningkatkan proses fotosintesis sampai ke batas tertentu.

  • Oksigen (O2)

Kurangnya oksigen akan menghambat proses pernapasan atau respirasi tumbuhan, sehingga menghambat pembentukan energi yang diperlukan dalam proses fotosintesis.

Updated: Oktober 29, 2018 — 2:09 pm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Informasi Kontes SEO Indonesia © 2018