Informasi Kontes SEO Indonesia

Superterpercaya.com

Ciri dan Sejarah Liberalisme

Ciri dan Sejarah Liberalisme – Setiap manusia tentunya memiliki pandangan ataupun pendapat yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Perbedaan pandangan ataupun pola pikir tersebut dapat melahirkan aliran ataupun ideologi yang berbeda pula. Salah satu aliran yang dikenal secara global adalah liberalisme.

Pengertian Liberalisme adalah sebuah paham yang mengedepankan nilai kebebasan dari setiap individu di berbagai aspek kehidupan. Dalam liberalisme, setiap individu merupakan penentu dari tindakannya, termasuk kesuksesan dan kegagalan yang diraihnya sebagai hasil setiap tindakan yang dilakukannya. Paham liberalisme menitikberatkan pada kebebasan berpikir bagi tiap individu dan menolak adanya pembatasan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah.

Paham liberalisme lahir dari sekelompok orang di Inggris yang ingin melawan adanya keterbatasan bagi kebebasan dari para individu dalam berbagai hal. Perlawanan ini akhirnya melahirkan Magna Charta di tahun 1225 yang menyuarakan bahwa seseorang tidak boleh ditangkap; dipenjara; disiksa; diasingkan ataupun disita hak miliknya tanpa cukup alasan menurut hukum. Dengan lahirnya Magna Charta, masyarakat Inggris memiliki kebebasan yang dilindungi oleh hukum.

Seiring dengan berkembangnya zaman, paham liberalisme mulai menjalar ke bidang politik dan agama hingga meletusnya Revolusi Prancis pada tahun 1789. Revolusi ini melahirkan “La Declaration des Droits de L’homme et du Citoyen” yang merupakan pernyataan hak-hak asasi manusia dan wrga negara.  Pernyataan tersebut berisi:

  1. Persamaan dalam bidang politik dan sosial bagi semua warga negara
  2. Penghormatan serta perlindungan akan hak milik
  3. Kedaulatan bangsa dan negara
  4. Peluang bagi semua warga negara untuk memiliki jabatan-jabatan umum
  5. Penghormatan serta perlindungan akan pendirian, kepercayaan, dan agama.
  6. Kemerdekaan berbicara dan pers

Selanjutnya, paham liberalisme pun menyebar luas ke seluruh Eropa dengan semboyan “liberte, egalite, dan fraternite” pada masa kekuasaan Napoleo Bonaparte.

Dalam praktiknya sehari-hari, tentu liberalisme mempengaruhi berbagai aspek kehidupan bermasyarakat:

  • Dalam bidang politik

Paham liberalisme dalam bidang politik memiliki anggapan bahwa kekuasaan tertinggi berada di tangan rakyat. Dari anggapan inilah lahir aliran demokrasi.

  • Dalam bidang ekonomi

Paham liberalisme dalam bidang ekonomi menghendaki adanya kemerdekaan bagi setiap individu untuk melakukan usaha serta kegiatan untuk mengumpulkan harta. Paham ini melahirkan buku Wealth of Nations karya Adam Smith, sang bapak ekonomi liberal.

  • Dalam bidang agama

Paham liberalisme dalam bidang agama memiliki kehendak agar setiap individu memiliki hal untuk menganut dan menjalankan agamanya masing-masing tanpa campur tangan pemerintah.

Updated: Maret 20, 2019 — 7:35 pm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Informasi Kontes SEO Indonesia © 2018