Informasi Kontes SEO Indonesia

Superterpercaya.com

Cara Budidaya Tanaman Tebu Secara Organik

Cara Budidaya Tanaman Tebu Secara Organik – Yang dimaksud dengan tanaman Tebu adalah tanaman yang mampu dibudidayakan pada daerah – daerah tropis dengan jenis tanah yang dimanfaatkan secara organik adalah tanah yang bersifat ‘grumosol’, ‘alluvial’, ‘regusol’ dan ‘latosol’ dengan ketinggian mencapai 600 meter di atas permukaan laut. Yang bermanfaat terbesar dari tanaman Tebu adalah bagian batangnya untuk diambil airnya sebagai bahan baku membuat gula atau penyedap rasa.

Tebu mempunyai nama ilmiah ‘Saccharum Officinarum’ adalah tanaman yang tergolong ke dalam jenis rumput – rumputan. Jika anda berminat ingin mengetahui tentang bagaimana Cara Budidaya Tanaman Tebu maka bisa membaca ulasan singkat dari kami tersebut di bawah ini.

Tahapan Pemilihan Benih

Agar panen tanaman Tebu menghasilkan batang – batang Tebu yang maksimal maka langkah awal yang perlu diperhatikan adalah memilih benih dari tanaman Tebu yang berasal dari indukan yang berkualitas, dimana benih atau bibit yang mendekati sempurna adalah ditandai dengan kondisi bibit mulus tanpa cacat pada batang, tidak kisut atau kering, dominan memiliki mata tunas, terlihat segar dan tak rusak, juga kondisi ‘primordial’ akar pada tanaman Tebu belum tumbuh dengan sempurna dan bebas dari penyakit.

Tahapan Persiapan Lahan

Tanah / lahan yang dimanfaatkan untuk budidaya tanaman Tebu harus dibajak terlebih dahulu apakah dengan menggunakan cangkul biasa atau traktor sehingga tanah menjadi gembur dan membantu memudahkan proses tumbuhnya perakaran pada tanaman Tebu. Selanjutnya buat bedengan dengan ketinggian mencapai 40 Cm. dan lebar 50 Cm. dengan masing – masing jarak antar bedengan mencapai ukuran 45 Cm.

Tahapan Penanaman

Benih yang sebelumnya sudah disiapkan, untuk selanjutnya dimasukkan ke dalam lubang – lubang yang juga sebelumnya sudah disiapkan dengan mengaplikasikan pola tanam yang sejajar zig – zag. Masing – masing mata tunas dari tanaman ini terletak di samping agar pertumbuhannya nanti menjadi seragam. Tutup lubang dengan sisa tanah lalu taburkan pupuk. Untuk proses penanaman yang dilakukan ketika musim sedang musim kemarau maka langsung saja melakukan penyiraman.

Tahapan Pemberian Pupuk

Pemupukan bisa dilakukan dengan cara ditebar pada bagian atas lahan tanaman Tebu yang selanjutnya dilakukan penyiraman yang teratur, pemupukan tahap kedua dilakukan ketika tanaman Tebu sudah memasuki umur 2,5 bulan dengan cara ditebar pada bagian pinggir tanaman dengan membuat jarak dari batang satu ke batang yang lainnya rata – rata sekitar 10 Cm. untuk selanjutnya melakukan penyiraman. Pemupukan terakhir dilakukan ketika tanaman Tebu memasuki umur 5 bulan.

Tahapan Perawatan

Ketika tanaman Tebu sudah berumur 30 hari 2,5 bulan maka harus melakukan perawatan yaitu penyiangan dan pembersihan dari rumput liar atau gulma.

Selanjutnya melakukan penimbunan terhadap batang – batang Tebu dan ‘ipuk’ atau ‘iruk kalen’ yang memiliki tujuan agar rendeman dari tanaman Tebu dapat dilakukan secara optimal.

Nah ketika tanaman Tebu sudah berumur rata – rata 5, 7 dan 9 bulan maka tanaman Tebu harus melalui proses ‘diklentek’. Jika musim sedang tak turun hujan maka disarankan untuk melakukan pengairan 2,5 bulan sekali, di samping itu pengairan pada lahan yang ditanami tanaman Tebu, biasa dilakukan pada awal tahapan penanaman dengan melihat keadaan dari lahan yang ditanami Tebu.

Tahapan Penyulaman

Memasuki umur 5 s/d 7 hari, tanaman Tebu wajib melakukan penyulaman. Penyulaman pertama dilakukan ketika tanaman Tebu rata – rata berumur 3 minggu dan sudah mempunyai daun sebanyak 3 / 4 helai. Penyulaman yang berasal dari pucukan Tebu atau ‘ros’ dilakukan pertama kali ketika tanaman Tebu berumur kira – kira 1 bulan.

Sedangkan penyulaman kedua harus dilakukan sebelum tahapan ‘pembubunan’ dilakukan bersamaan dengan penyiraman untuk kedua kalinya yaitu ketika tanaman Tebu sudah berumur 1,5 bulan. Jika memang dibutuhkan maka bisa melakukan penyulaman ekstra ketika sebelum waktu untuk melakukan pembubunan kedua.

Tahapan Pemanenan

Ketika tanaman Tebu rata – rata memasuki umur sekitar 12 bulan, maka pemanenan bisa dilakukan. Disarankan untuk dilakukan sekitar bulan Mei sampai dengan bulan September karena pada saat ini ‘rendeman’ Tebu sedang berada pada puncaknya.

Baca Juga :

Demikian kami mengulas tentang cara budidaya tanaman Tebu secara organik, semoga bermanfaat bagi para pembaca.

Updated: Desember 31, 2018 — 8:14 am

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Informasi Kontes SEO Indonesia © 2018