Informasi Kontes SEO Indonesia

Superterpercaya.com

Cara Budidaya Jamur Tiram

Cara Budidaya Jamur Tiram – Olahan jamur tiram yang biasa ada di kalangan masyarakat Indonesia adalah jamur tiram goring, dimana olahan ini menjadi salah satu senjata pamungkas untuk menggajal kelaparan para manusia di sore hari sambil menyeruput teh hangat dan ditemani oleh music yang mendayu – dayu, jadi ngebayangin nih hahaha, oke balik lagi, selain cara olah jamur tiram yang tidak terlalu sulit dan juga rasanya yang enak, ternyata ada banyak sekali manfaat jamur tiram yang baik bagi kesehatan tubuh.

Pertama, dapat meningkatkan kekebalan tubuh dimana ada bahan aktif dalam jamur tiram dapat merangsang makrofrag untuk bekerja lebih baik, berikutnya yang kedua adalah dapat menurunkan kolestrol total dalam darah gula darah pada penderita diabetes.

Selanjutnya, manfaat yang yang ketiga adalah membantu mencegah kanker, dan yang keempat adalah sumber vitamin B3 yang penting untuk membantu proses pemecahan karbohidrat, lemak, dan protein dari makanan agar dapat digunakan sebagai energy, serta manfaat yang terakhir adalah sumber antioksidan yang dapat mencegah terjadinya peradangan pada tubuh.

Nah banyak kan manfaatnya ? jadi ada alasan yang cukup buat kamu untuk membudidayakan jamur tiram pada lahan pribadi kamu, supaya kamu bisa mengkonsumsi jamur tiram dan mendapatkan manfaat dari jamur tersebut.

Oke secara umum ada banyak sekali jenis jamur tiram (Pleurotus Ostreatus) dengan berbagai warna, masing – masin jenis punya keunikan tersendiri. Maka dari itu berikut adalah tips dan trik untuk budidaya jamur tiram :

  • Mendapatkan bibit jamur tiram yang baik

Ada dua cara yang dapat kamu lakukan untuk mendapatkan bibit yang baik, yaitu kamu dapat membibitkan sendiri bibit murni hingga mendapatkan bibit F1 dan yang kedua kamu dapat membeli dari instansi penyedia bibit jamur tiram yang terpercaya, tapi apabila kamu masih baru dalam dunia budidaya jamur tiram, lebih baik kamu membeli terlebih dahulu bibit tersebut dan pilihlah bibit jamur tiram dengan BER sekitar 75%, kemudian pastikan miselium berwarna putih dan telah tumbuh penuh merata dimedia tumbuhnya, selanjutnya adalah pastikan tanggal pembuatannya belum kadarluasa, yang terakhir adalah berkonsultasi dengan petani jamur tiram yang sudah berhasil untuk mendapatkan saran – saran dalam mengembang biakan jamur tiram tersebut.

  • Pembuatan media untuk pertumbuhan jamur

Pada umumnya media untuk pertumbuhan jamur tiram adalah dengan menggunakan baglog, dimana baglog terbuat dari bekatul, grajen (serbuk gergaji) dan kapur, dari ketiga bahan tersebut apabila dicampurkan akan menghasilkan jamur tiram, dan untuk membuat baglog harus diperhatikan secara seksama mengenai perbandingan antara grajen dan bekatul, dimana perbandingannya adalah 100 kg grajen dan 10 kg bekatul, serta 1 – 2 kg kalsium atau kapur.

Penting untuk dilakukan karena dengan melakukan langkah ini dapat memberikan kepuasan untuk kamu karena hasil yang akan didapatkal lebih maksimal, dan juga dapat menjaga media tumbuh dari jamur liar yang berpotensi untuk mengganggu pertumbuhan jamur tiram. Caranya sangat mudah, yaitu ketika kamu membuat baglog dan sudah mencapurkan semua bahan yang dibutuhkan untuk membuat media tersebut dengan air, maka kamu tinggal tutup adukan menggunakan terpal atau plastic selama 5 sampai 10 hari, hal ini bertujuan agar proses pelapukan atau pengompsan pada material tanah sudah terjadi.

  • Sterilisasi baglog jamur tiram

Kamu dapat menggunakan sebuah system sterilisasi yaitu system sterilisasi chanel, karena cara ini lebih hemat bahan bakar dan ketika suhu media sudah mencapai 60 derajat celcius diamkan selama 6 jam dan kemudian akan dingin secara natural, dan jika suhu menunjukan 40 -45 celcius, maka kamu dapat membuka tutup yang terakhir dan bawa media ke rak.

  • Proses inokulasi baglog jamur tiram

Jika sterilisasi telah selesai, kemudian pindahkan baglog ketempat inokulasi, biarkan selama 1 x 24 jam agar kembali ke suhu normal, pastikan bahwa sirkulasi udara di tempat tersebut berjalan dengan baik untuk mencegah baglog tercemar bakteri atau spora pathogen, nah berikut adalah tahap yang harus kamu lakukan untuk inokulasi, yaitu :

  1. Siapkan botol bibit F3, lalu semprot dengan alcohol, selanjtunya sulut botol dengan api spirtus sebentar sampai sebagian kapas terbakar, lalu matikan api tersebut
  2. Buka kapas penumbat botol, lalu aduk dengan benda yang sudah disterilkan diatas api
  3. Pindahkan bibit dari botol ke dalam baglog hingga sebatas leher baglog tersebut sekitar 10 gr bibit, tutup kembali baglog dengan kapas.
  4. Masa inkubasi jamur tiram

Langkah yang satu ini jamur tiram harus diletakan pada suhu ruang dengan rentang 22 sampai 28 derajat celcius, kelembapan yang dibutuhkan yaitu sekitar 60 sampai 70% dan masa inkubasi ini berlangsung selama beberapa minggu sampai tumbuh miselium, dan jika miselium sudah muncul, maka tutup pada jamur dapat dibuang dan dibiarkan terbuka, ohiya jangan lupa semprot jamurnya setiap hari untuk menjaga kelembapan, dalam satu bulan jamur ini akan mulai tumbuh dan besar sehingga dapat dipanen.

  • Panen jamur tiram

Jangan pernah menggunakan tangan kosong untuk memanen jamur tiram, karena kamu bisa terluka atau terjadi pembusukan pada jamur tersebut, panen dilakukan hanya dengan pisau tajam atau cutter yang bersih, kamu harus memotong di bagian pangkal batang, setelah itu diletakan ke dalam keranjang. Kamu tidak boleh membersihkan jamur di dalam ruangan pengembangbiakan, untuk pengemasan sendiri kamu dapat memasukan jamur tiram ke dalam plastic transparan dengan gelembung yang memadai, selanjutnya jangan terlalu banyak udara karena jamur nantinya dapat mengeluarkan gas, tidak lupa juga jangan membuka lebar – lebar sehingga cahaya terang masuk, hal ini akan mengganggu kadar kelembapan ruangan tempat jamur tumbuh.

Baca Juga :

Yak mungkin sekian tips dan trik yang dapat disampaikan, semoga dari informasi diatas dapat menambah pengetahuan kamu mengenai bagaimana cara budidaya jamur tiram yang baik dan benar, sehingga kamu dapat menjadi petani dari jamur tiram yang sukses dan jangan lupa untuk selalu mengkonsumsi jamur tiram yang telah kamu tanam sendiri, karena banyak manfaat yang akan kamu dapatkan dari mengkonsumsi jamur tiram.

Updated: Februari 3, 2019 — 1:57 pm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Informasi Kontes SEO Indonesia © 2018